Selasa, 12 Juli 2011

Pendidikan di India


Pendidikan Di India
(Rahmat Sahid, Pasca UMS.2011)

Sejak tahun 1947 saat anak benua India lepas dari kekuasaan kolonial Inggris, rakyat India dengan optimis menyatakan sebagai India Baru (Bharat). Republik India memang baru, dalam pengertian bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, India menjadi bangsa yang dipersatukan secara politik. Masuknya lembaga dan teknik modern dalam skala besar untuk meningkatkan perubahan sosial dan ekonomi menjanjikan suatu kondisi permanen untuk pembaharuan tersebut. Perubahan dramatis berlabel India Baru bukan seakan akan India telah melepaskan masa lalu dan membentuk kebudayaan baru. India modern sangat dicirikan oleh masa lalunya, baik pada masa kuno masa yang baru saja dilewati.
Perkembangan Sejarah
Jauh sebelum bangsa Eropa terpesona oleh kekayaan India yang beranekaragam, kebudayaan India sudah maju dalam segala bidang kecuali teknologi. Untuk memahami India kontemporer, mula-mula orang harus mengenal India kuno meliputi  tradisi agama dan sastra, kontribusi skolastik, suku dan faktor lain yang telah membentuk keragaman sosial  dan persatuan di India modern.
1.         Tradisi Sejarah Kuno (4000SM)
Selama pembauran bangsa Arya dengan suku Dravida  dan penduduk asli lainnya, tradisi bangsa India yang besar dituangkan dalam bentuk tulisan yang terpelihara hingga masa mendatang.Hasil pembaharuan bangsa dan kepemimpinan bangsa Arya disebut sebagai peradaban India.
Kesusatraan angung India yaitu Weda, tersusun dari empat kumpulan naskah utama, meliputi: Rigweda, Samaweda, Yajurweda dan Atharwaweda. Selain weda juga menghasilkan upanishad , merupakann penafsiran mistis ritual weda dan hubungannya dengan manusia dan alam semesta. Selain itu terdapat dua epik yang terkenal yaitu kisah Mahabarata dan Ramayana.
Para ilmuwan menyakini bahwa etos dasar peradaban India dan Hindu adalah religius, dengan filsafat weda yang paling mendasar  adalah keyakinan bahwa di luar alam eksperiensial dan candi dewa-dewa alam, terdapat prinsip atau jiwa yang mempersatuakan yaitu Brahmana.
Menurut sejarah, umat Hindu menganggap Weda sebagai kumpulan kebenaran mutlak yang diwahyukan dan kepercayaan akan wahyu ini masih diakui oleh sebagian besar orang Hindu pada saat itu. Tanpa pengetahuan tentang Hinduisme, seseortang tidak dapat menemukan kunci untuk memahami India Modern, hubungan denga Tuhan dan sesama umat manusia dan citra dirinya sendiri. Hinduisme telah menjadi cara hidup dengan implikasi sosial, ekonomi. Politik dan juga agama bagi sebagian besar rakyat India selama lebih dari 2000 tahun.
Salah satu kekuatan utama yang memecah-belah masyarakat India adalah sistem kasta. Sistem kasta erat kaitannya dengan konsep hindu mengenai kehidupan tetapi juga mempertahankan perbedaabn ras dan kebudayaan dalam menghadapi serangan gencar kaum pendatang. Pembagian kasta didasarkan pada jabatan dan warna kulit, terdiri dari kasta brahmana, kshatriya, waisya dan sudra. Kasta merupakan alat untuk mempertahankan kepribadian terhadap bermacam-macam kebudayaan tetapi sekaligus juga sebagai penghalang terhadap aspirasi mobilitas  individu dan tujuan nasional pembangunan.
Meskipun sudah ada suatu kesatuan budaya yang nyata, India kuno belum mempersatukan menjadi satu kesatuan secara politik.Alasan ini juga yang menyababkan tidak adanya program pendidikan negara.Pendidikan mulai ada sejak abadatukan menjadi satu kesatuan secara politik.Alasan ini juga yang menyababkan tidak adanya program pendidikan negara.Pendidikan mulai ada sejak abad ke 4 SM, pendidikan berpusat pengembangan disiplin diri dan pengetahuan religius  yang akan mencapai tujuan spiritual. Kurikulum sangat bernuansa sastra, tetapi perhatian khusus diarahkan pada peranan siswa sebagai anggota kasta didalam masyarakat. Beberapa abad sebelum masehi, sudah dikembangkan sistem pendidikan yang agak luas di India.

Pengaruh Agama Budha dan Islam
Ajaran Budha cepat menyabar di seluruh penjuru India dan tetap menjadi suatu kekuatan religius yang vital selama sepuluh abad. Pengaruh ajaran agama Budha  hampir tidak dapat ditentukan karena tertahanoleh arus kuat agama Hindu. Kaum muslim mengalami invasinya di India pada abad ke 10 Masehi, tetapi baru pada akhir abad ke 17  kekuatan Islam berhasil mempersatukan seluruh anak benua di bawah satu pengawasan.
Penguasa-penguasa Islam terdahulu tidak mempunyai kebijakan yang  tetap di bidang pendidikan tetapi pada masa kekaisaran Mughal atau Mogul India menjadi pusat ilmu pengetahuan dan kreativitas sastra. Meskipun baik penguasa Islam maupun Hindu tidak mencanangkan suatu sistem pendidikan negeri, kedua golongan mengganggap dukungan terhadap pendidikan sebagai kewajiban religius. Tujuan pendidikan India sebagai tujuan kehidupannya sendiri lebih bersifat sakral daripada sekuler dan menawarkan beberapa visi batas filosofi atau materi baru yang menantang upaya manusia.

Pendidikan Anglicization
Untuk membangun India sebagai sumber bahan mentah dan pasar perekonomian industri Inggris maka pemerintah memprakarsai beberapa kebijakan dalam sistem komunikasi dan trasportasi modern, sehingga dalam tingkat tertenti, desa yang tadinya terisolasi bisa memiliki pasar yang lebih luas dan dalam. Aspek lain dari kebijakan pemerintah Inggris adalah berkembangnya sistem administrasi yang adil dan efektif.
Pemerintah Inggris mencanangkan kebijakan yang memberi kesempatan berbagai daerah geografis yang berada dibawah pemerintah turun-temurun dan stabil raja muda untuk mengelola urusan internalnya sendiri.Urusan eksternal ada dibawah kekuasaan koloni, yang juga menguasai hak untuk campur tangan dalam urusan lokal apabila kemimpinan raja muda khusus menganggu kesejahteraan rakyat.
Perubahan yang dilakukan pemerintah Inggris pada struktur sosial masyarakat India berdasarkan pada kebutuhan akan sistem pemerintahan yang efisien. Tujuannya mendorong pencanangan sistem pendidikan yang mempergunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pendidikan dan mengikuti kurikulum sekolah Inggris. Pemindahan sistem sekolah Inggris ke India menghasilkan pegawai kantor dan pemerintahan lain yang menguasai kepandaian berbahasa dan ciri pembawaaan yang penting untuk menjalankan kantor-kantor pemerintahan Inggris.
Permusuhan akhibat tidak saling percaya diantara penganut Hindu dan Islam, semakinmenghambat upaya misionaris dalam dunia pendidikan.  Meskipun terdapat kekakuan dan kefanatikan yang biasa dikenal sebagai aktivitas misionaris. Anjuran agar lebih banyak terlibat dalam pendidikan di India akhirnya mengasilkan sebuah pasal dalam East India Act 1813 berisi: 1). Menghidupkan kembali dan memajukan kesusastraan serta membangkitkan keyakinan peduduk asli India yang terpelajar, 2). Memperkenalkan dan mempromosikan  kepandaian dari berbagai ilmu pengetahuan di kalangan penduduk wilayah Inggris di India.
Akhibatnya, diputuskan bahwa arah pendidikan di India baru akan ditentukan pada saat negara itu memperoleh kemerdekaan. Kaum orientalis /kaum klasik bahwa pendidikan seharusnya ditekankan pada warisan kebudayaan India melalui media bahasa Sansekerta bagi masyarakat Hindu dan bahasa Arab bagi masyarakat Islam. Nilai-nilaidalam pendidikan barat dapat diajarkan dengan bahasa klasik, sehingga perpaduan budaya Barat dan Timur dapat dilaksanakan.
Kaum Anglicis menganjurkan penggunaan bahasa Inggris sebagai media pendidikan dan pendidikan Barat pada umumnya sebagai jalan terbaik bagi kemajuan India. Rammohum Roy dikenal sebagai bapak India modern, mewakili golongan India minoritas yang mempu berbicara dan sangat mendukung pendidikan ala Inggris. Roy Menyakini melalui pendidikan Inggris dan perhatiannya terhadap ilmu pengetahuan dan pikiran rasional, India akan memasuki zaman pencerahan baru.
Tahun 1854 pemerintahan mengeluarkan dokumen yang dikenal sebagai magna charta, yang mencantumkan ketentuan untuk membentuk departeman pendidikan di setiap propinsi, jaringan sekolah yang terdiri dari sekolah-sekolah berjenjang diseluruh India, bantuan dana untuk sekolah yang lebih rendah dan beasiswa bagi siswa yang pandai tetapi kurang mampu. Selanjutnya Educational  memusatkan perhatian pada masalah pendidikan wanita, pelatihan guru dan kesempatan kerja bagi warga India yang sudah terdidik.
Sejak kekuatan pemerintahan Inggris berakhir, maka pendidikan Inggris di India dipusatkan pada pendidikan tinggi. Dalam dua dekade menjelang Perang Dunia II, fasilitas pendidikan dan daya tampung siswa terus menerus bertambah pada semua jenjang. Bermacam-macam bentuk pendidikan kejuruan diperkenalkan.  Pemindahan  wewengan pendidikan ke tangan pribumi memmunculkan pengahrapan akan perbaikan pendidikan yang cepat, namun hanya sebagian yang terpenuhi.

Bangsa Baru dan Kebijakan Pendidikan Baru
Uni  India didirikan sebagai negara republik yang mengabdi  pada konsep kemajuan melalui demokrasi. India baru tampil dengan doktrin hak pilih universal yang diperluas. Ada konflik ketidakpercayaan di antara penduduk desa dan kota.
Masalah Ekonomi
Masalah ekonomi paling serius yang menghadang India merdeka dan secara tradisional mengganggu bangsa adalah ketidakmampuan sektor pertanian untuk menyediakan bahan makanan yang cukup bagi penduduk. Tanah yang kurang subur, hujan musiman kemarau yang tidak menentu, kurangnya pemasaran, dan metode pertanian yang sudah kunomengakhibatkan India menjadi salah satu negara dengan hasil pertanian terendah di dunia.
Masalah produksi bahan pangan yang memadai semakin dipersulit dengan pesatnya pertumbuhan penduduk. Untuk menghapuskan kondisi kelaparan yang terus-menerus khibat tekanan jumlah penduduk, diinisiasikan sebuah program keluarga berencana. Bergabungnya tanggung jawab swasta dalam kerangka kerja perencanaan kelompok., dukungan langsung dari pemerintah, perbaikan sektor pertanian dan pembangunan ekonomi  oleh pemerintah.
Perkembangan ekonomi pada suatu negara sebesar India juga menuntut program industrialisasi yang cepat, diimbangi denganindustri ringan, menengah dan berat dirancang untuk segera memenuhi kebutuhan konsumen dengan tidak mengabaikan industri besar penghasil barang. Penemuan dan pelatihan tenaga kerja trampil untuk upaya menghendaki perluasan fasilitas kependidikan dan pemanfaatan lembaga-lembagaasing secara ekstensif.

Masalah sosial dan politik
Dalam perjuangannya untuk mencapai kemajuan, India menghadapi paling sedikit lima masalah utama dalam bidang sosial dan politik. Masalah pertama adalah keberadaan India adalah keberadaan India bersatu itu sendiri.  Masalah kedua yang menghambat kecepatan penyatuan adalah tidak adanya bahasa nasional. Menjawab kebutuhan akan bahasa nasional karena alasan politik, sosial dan ekonomi, maka pemerintah mempertimbangkan pilihan-pilihan yang ada. Karena bahasa Inggris tidak dapat diterima dengan pertimbangan kebudayaan dan kebangsaan, maka bahasa daerah yang paing populer adalah bahasa Hindi , dan pada tahun 1965 menetapkan sebagai bahasa nasional.
Masalah sosial akhibat tradisi kasta pada bangsa baru menjadi masalah ketiga, yang berdimensi sosial dan ekonomi. Kasta menghalangi mobilitas tenaga kerja karena secara tradisional anak diharapkanmeneruskan pekerjaan orang tuanya, sehingga muncul kelebihan tenaga kerja pada bidang tertentu. Adanya penghapusan diskriminasi dalam sistem kasta berlangsung lambat, tetapi mereka berharap  hubungan lebih erat diantara warga yang diperlukan dalam industri modern dan masyarakat urban akan lebih efektif daripada sekedar pernyataan resmi.
Masalah terakhir, terkait dengan masalah-masalah sebelumnya berhubungan dengan penentuan karakter politik dan menentukan pemimpin bagi bangsa baru. Selama masa pergolakan perjuangan kemerdekaan dan ketidaktentraman dalam pembangunan bangsa, India dipimpin oleh manusia-manusia dengan kekuatan moral dan intelektual luar biasa , Mahatma Gandhi dan Jawaharlal Nehru. Kedua orang tersebut, sepakat India Baru harus bersifat sosialistik dan demokratis. Baik Gandhi maupun Nehru memberikan kualifikasi khusus terhadap istilah-istilah itu, sebab masing-masing telah mengetahui batasan-batasan penting dalam pelaksanaan filosofi politik tersebut.

Penyelenggaraan Pendidikan
Meskipun pendidikan di India sudah berada di bawah pengawasan negara bagian (propinsi), India berhasil mengembangkan kependidikan di tingkat lokal maupun nasional. Negara bagian menjadi unit yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan. Komitmen pemerintah India terhadap perencanaan nasional berarti pemerintah pusat harus bertindak:
a.       Pengembangan atau perbaikan pendidikan skala besar mengharuskan negara bagian meminta bantuan keuangan dari pemerintah pusat.
b.      Negara bagian menggantungkan informasi statistik dan kependidikan dari pemerintah pusat  yang bertindak sebagai pusat penyimpan informasi dan lembaga koordinasi pertukaran informasi.
c.       Berkurangnya  konflik politik antara pemerintah pusat dan negara bagian sehingga dapat meningkatkan kerjasama pada bidang pendidikan.
 Keseriusan penanganan pendidikan oleh pemerintah India terlihat dengan pembentukan Kementerian Pendidikan Nasional, yang bertanggung jawab langsung kepada parlemen India dan Menetri Pendidikan. Adapun Tugas Kementrian Pendidikan Nasional adalah :
1.      Menentukan arah pendidikan khususnya diarea-area yang dikelola dari pusat.
2.      Mengelola secara langsung 18 sekolah negeri, 4 universitas pusat dan berbagai negara bagian, berbagai pusat penelitian dan pelatihan.
3.      Memberikan beasiswa untuk schedul castes dan suku terbelakang.
4.      Menyediakan subsidi bagi negara bagian dan dalam kondisi tertentu                                                                                                                                                                           diberikan kepada institusi pendidikan tinggi.

Institusi Pendidikan
Pasal 45 Konstitusi India  memerintahkan agar negara bagian bertanggung jawab dalam pengadaan wajib belajar untuk semua anak India sampai usia 14 tahun. Tetapi peningkatan rasio murid sekolah dasar nmasih jauh dibawah rata-rata dunia. Sebagian besar negara bagian berupaya menyediakan pendidikan empat hingga enam tahun. Selain itu perlu diperhatikan kondisi pendidikan di seluruh India sangat beragam.
Tahap pendidikan dasar disediakan untuk anak usia 6 – 11 tahun, Sekolah dasar lanjutan atau sekolah menengah dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama mencakup usia kira-kira 11 – 14 tahun disebut sebagai sekolah menengah lanjutan. Dalam beberapa kasus, bagian atas adalah perluasan dari usia 14 tahun ditambah pendidikan lagi selama tiga tahun.Tingkat pertama di universitas selama 3 atau 4 tahun.


Aspirasi dan  Kesempatan untuk Mendapatkan Pendidikan
Pendidikan  merupakan  usaha sadar untuk menambah pengetahuan yang merupakan  hak setiap penduduk, yang dilaksanakan oleh pemerintah.
Pendidikan dasar (primary education) dan basic education
Gandhi merekomendasikan konsep baru dalam pendidikan dasar. Gandhi menamakan pendekatan barunya itu “basic education”, yaitu memberikan pendidikan secara menyeluruh pada tubuh, pikiran, dan jiwa dengan mengajarkan keterampilan tangan kepada anak-anak. Pengembangan “basic education” untuk meraih tujuan pendidikan dasar universal menimpakan beban berat pada kekayaan keuangan India yang terbatas sehingga sistem apapun yang mahal ditolak secara otomatis.
Seperti yang diinginkan Gandhi dan pengikutnya, tujuan jangka panjang “basic education” adalah pembangunan kembali spiritual masyarakat. Ia berpendapat penyebab utama persoalan ini, lantaran pendidikan dan kebudayaan barat telah memisahkan warga India dari warisan budayanya sendiri. Kendati konsep “basic education” mendapat dukungan luas di tingkat dasar, nampaknya masih ada bayang-bayang kebingungan tentang tujuan dan muatan yang tepat.
Meskipun orientasi utama ditujukan pada pembangunan “basic education” melalui reorientasi kurikulum pendidikan dasar, tiga perempat sekolah dasar di India tahun 1960 masih mengandung variasi  non basic. Tugas utamanya hanyalah mengasuh anak-anak disekolah dalam waktu yang cukup lama agar mampu membaca dan menulis.
Karena ada dua tipe pendidikan dasar di India yaitu basic dan non basic, maka ada dua macam institusi yang mempersiapkan guru sekolah dasar. Perbedaan utama kurikulum pada kedua jenis institusi pelatihan ini ialah kandidat yang dipersiapkan sebagai pengajar “basic school” akan mendapat lebih banyak pendidikan keterampilan tangan, observasi dan partisipasi komunitas yang intensif.
Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah di India digunakan untuk memperkenalkan kebudayaan Eropa kepada segelintir pemuda India pilihan dan tak banyak mengajarkan keterampilan kejuruan tertentu, disamping itu pendidikan menengah mempersiapkan mereka untuk posisi ketatausahaan di kantor-kantor pemerintahan Inggris. Analisa mengatasi kelemahan pendidikan menengah di India adalah :
a.       Menghidupkan kurikulum melalui penambahan pengetahuan verbal dengan aktivitas praktis dan “seperti kehidupan yang sebenarnya” melalui pemanfaatan sumber daya komunitas dan lebih mendekatkan hubungan dengan kehidupan komunitas.
b.      Mencurahkan lebih banyak perhatian untuk mengenali dan memperhatikan perbedaan individu dengan meningkatkan bimbingan pribadi dan kejuruan.
c.       Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kepandaian dalam kelompok diskusi dan berlatih merencanakan, meneliti, dan mencapai pendapat yang mandiri.
Para pendidik mengakui adanya kecenderungan dalam pendidikan menengah India pascakemerdekaan untuk memenuhi banyak kebutuhan. Seperti yang disimpulkan oleh seorang pendidik India, kecenderungan itu antara lain:
a.       Gerakan yang kuat untuk diverifikasi program pendidikan dan pengadaan pelatihan kejuruan yang berat sebelah.
b.      Pengayaan kurikulum dengan memasukkan mata pelajaran baru, seperti kewarganegaraan, kerajinan tangan, dan pertanian.
c.       Munculnya jenis baru pendidikan pascasekolah dasar, yaitu postbasic school dan sekolah menengah atas.
d.      Penekanan yang besar pada bahasa daerah dan bahasa nasional.
e.       Bertambahnya pengakuan terhadap pentingnya pendidikan jasmani.
Masalah utama yang dihadapi pendidikan menengah adalah bahasa daerah yang beranekaragam. Karena ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Hindi wajib dikuasai setidaknya oleh siswa-siswa yang melanjutkan pendidikan selepas sekolah dasar. Bahasa Inggris tidak mungkin diabaikan karena signifikan sejarahnya yang khas di India dan posisinya yang penting sebagai sarana untuk mempelajari ilmu pengetahuan modern.
Masalah yang lebih fundamental dan dihadapi pendidikan menengah di India kaitannya dengan sifatnya yang nonfungsional dalam masyarakat demokratis yang berkembang. Usaha untuk memperluas ruang lingkup pendidikan menengah membawa pada pengenalan sekolah menengah serbaguna yang mengajarkan beberapa pendidikan alternatif. Perluasan dan perencanaan kembali pendidikan menengah India menimbulkan banyak permintaan atas institusi guru dan ilmu pendidikan.
Masalah ketiga dan tidak kentara yang dialami sekolah menengah di India tatkala berusaha mengorientasikan diri ke arah tuntutan demokrasi, nasionalisme, dan perkembangan ekonomi, berkaitan dengan seleksi siswa. Tak dapat disangkal bahwa di masa lalu, satu persyaratan terpenting untuk memperoleh pendidikan menengah adalah kekayaan, bukan kemampuan
Pendidikan Tinggi
Universitas-universitas modern pertama didirikan di India pada tahun 1857, semuanya meniru bentuk University of London. Fungsinya mengadakan program studi untuk sekumpulan college, menyelenggarakan ujian bagi anak didik  college, dan memberikan gelar kepada peserta yang lulus ujian.
Secara tradisional lama pendidikan universitas di India adalah empat tahun, dan memperoleh gelar sarjana muda. Kemidian melanjutkan dua tahun lagi, dan jika lulus mendapatkan gelar master. Gelar PH.D mempersyaratkan pembuatan tesis, tetapi tidak ada tugas yang harus diserahkan setelah mendapat gelar magister.
Rekomendasi untuk memperbaiki sistem pendidikan universitas di India merdeka adalah :
a.       Syarat-syarat penerimaan ahrus ditinjau kembali dengan tujuan menjamin mahasiswa yang diterima dalam suatu program universitas benar-benar memperoleh manfaat dari program tersebut.
b.      Program peralihan sebaiknya ditiadakan, satu tahun ditambahkan ke sekolah menengah dan satu tahun ke universitas sehingga lama pendidikan di tingkat universitas menjadi 3 tahun.
c.       Sistem tutorial harus diberikan secara luas
d.      Standart yang tinggi, penelitian dan pendidikan pascasarjana tetap dipertahankan.
e.       Dibentuk komisi pendanaan universitas India untuk  menjalankan pengawasan umum atas alokasi dana dari uang rakyat untuk universitas.
Pendidikan universitas seharusnya mempersiapkan pria dan wanita terdidik guna menempati posisi kepemimpinan yang diperlukan suatu bangsa yang sedang mengalami modernisasi. Pendidikan tinggi harus bersifat ilmiah, teknis sekaligus liberal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar