Minggu, 24 Juli 2011

Pendidikan Budi Pekerti

Pendidikan Berbudi Pekerti
(Rahmat Sahid, Pasca UMS.2011)

A. Nilai  Budi Pekerti
Dewasa ini, terutama di kota- kota besar terdapat perilaku menyimpang atau amoral, asusila seperti perkelahian masal,tawuran siswa, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, pelanggaran tata tertib dan lain-lain. Untuk menangkal atau mencegahnya dipelukan pendidikan yang benar, termasuk pendidikan budi pekerti. Pendidikan budi pekerti dilaksanakan  terintegrasi untuk pembentukan watak kepribadian pesrta didik yang utuh tercermin pada perilaku berupa ucapan,perbuatan sikap, pikiran perasaan, kerja dan hasil karya yang baik. Realisasi pendidikan budi pekerti perlu diwujudkan dalam lingkungan keluarga,  sekolah dan masyarakat secara terpadu.
Budi pekerti berisi nilai nilai  perilaku manusia yang akan diukur menurut kebaikan dan keburukannya melalui ukuran norma agama,, norma hukum, tata karma dan sopan santun, norma budaya atau adat istiadat masyarakat. Pendidikan budi pekerti  adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik menjadi manusia seutuhnya yang berbudi pekerti luhur, dalam segenap perananya sekarang dan yang akan datang agar mampu melaksanakan tugas-tugas hidup secara selaras selaras ,serasi dan seimbang melalui kegiatan bimbingan,pembiasaan, pengajaran, pelatihan dan keteladanan.
Pendidikan budi pekerti diberikan kepada siswa  dengan  tujuan meliputi:
1.              Mendorong kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji sejalan dengan nilai nilai universaldan tradisi bangsa yang religius.
2.              Menanamkan jiwa kepemimpinandan tanggung jawab peserta didik sebagi penerus bangsa.
3.              Memupuk ketegaran dan kepekaan mentapeserta didik terhadap situasi sekitarnyasehingga tidak terjerumus dalam perilaku yang menyimpang baik secara individu maupun kelompok.
4.              Meningkatkan kemampuan untuk menghindarisifat-sifat tercela yang  dapat merusak diri sendiri,orang lain dan lingkungan.
    
  
  Nilai budi pekerti yang harus dimiliki siswa adalah :
1.      Meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esadan selalu menaati ajaranNya.
2.      Menaati ajaran agamanya.
3.      Memiliki dan mengembangkan sikap toleransi.
4.      Memilki raa menghargai diri sendiri.
5.      Tumbuhnya rasa disiplin diri.
6.      Mengembangkan etos kerja / belajar.
7.      Memiliki rasa tanggung jawab.
8.      Memiliki rasa keterbukaan.
9.      Mampu mengembangkan diri.
10.  Mampu berfikir positif.
11.  Mengembangkan potensi diri.
12.  Menumbuhkan cinta dan kasih sayang.
13.  Memliki rasa kebersamaan dan gotong royong.
14.  Memiliki rasa kesetiakawanan .
15.  Saling menghormati
16.  Memiliki tata karma dan sopan santun.
17.  Memiliki rasa malu.
18.  Menumbuhkan kejujuran.
      Adapun  fungsi  pendidikan budi pekerti meliputi:
1.              Pengembangan yaitu untuk meningkatkan perilaku yang baik bagi pesertadidik yang telah tertanam dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
2.              Penyaluran, yaitu untuk membantu peserta didik yang memiliki bakat tertentu agar dapatberkembang dan bermanfaaat secaraoptimalsesuai dengan budaya bangsa.
3.              Perbaikan, yaitu untk memperbaiki kesalahan , kekurangan dan kelemahan peserta didik dalm perilaku sehari-hari.
4.              Pencegahan, yaitu unt mencegah perilaku negatif yang tidak sesuai dengan ajaran agamadan budaya bangsa.
5.              Pembersih, yaitu untuk membersihkan diri daripenyakit hati,seperti sombong, egois,iri, dngki dan ria agar anak didik tumbuh dan berkembang sesuai dengan ajaran agama dan budaya bangsa.
6.              Penyaring, yaitu, untu menyaring budaya budaya bangsa sendiri dan bangsa lain yang tidak sesuai dengannilai nilai budi pekerti.


B. Guru Pembentuk Budi Pekerti
Apapun dan bagaimanapun sistem pendidikannya, guru menjadi komponen dan faktor yang paling  utama  dalam proses pedidikan dan pembentukan kepribadian dan budi pekerti siswa  . Banyak permasalahan yang melingkup dalam diri guru sehingga mempengaruhi kualitas guru. Beberapa diantaranya adalah kondisi social ekonomi, pengaruh budaya cultural guru yang masih termarjinalkan dan belum mendapat penghormatan yang selayaknya, kualitas pendidikan yang heterogen dan cenderung rendah, penguasaan iptek yang rendah akibat daya dukung yang minim, kesadaran akan pentingnya daya saing dan budaya maju yang rendah, budaya inovasi, kreasi yang rendah, permasalahan perlindungan guru yang belum memadai, serta permasalah psikologis masing masing individu. Dari semua permasalahan tersebut, menjadi perhatian serius kepada semau komponen .
        Untuk menjadi guru yang sesungguhnya sesuai dengan tugas, fungsi       dan martabatnya , maka harus  memiliki ciri-ciri kepribadian guru yang baik yaitu :
1.      Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Berakhlak mulia yang tinggi
3.      Memiliki rasa kebangsaan yang tinggi
4.      Jujur dalam berkata dan bertindak
5.      Sabar dalam menjalankan profesi
6.      Disiplin dan kerja keras
7.      Cinta terhadap profesi
8.      Memiliki pandangan yang positif terhadap peserta didik’
9.      Inovatif, kreatif dan memiliki rasa ingi tahu yang tinggi.
10.  Gemar membacadan selalu ingin maju
11.  Demokratis
12.  Bekerjasama secara profesional dengan peserta didik, sejawat dan masyarakat.
13.  Terbuka  terhadap saran dan kritik
14.  Memiliki wawasan internasional.

Untuk menjadi guru yang ideal dan professional, Isjoni (2005) memberi syarat sebagai berikut :
1.      Planner . Artinya guru memiliki program kerja yang jelas, tidak sekedar rutinitas.
2.      Inovator. Guru harus memiliki kemampuan untuk melakukan pembaharuan  yang berkenaan dengan pola pembelajaran termasuk di dalamnya metode, media system evaluasi pembelajaran.
3.      Motivator. Guru mampu memiliki motivasi untuk terus belajar dan belajar.
4.      Capable personal . Guruharus memiliki pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan serta sikap yang lebih mantapdan memadai.
5.      Developer. Guru harus mau dan dan terus mengembangkan diriserta menularkan kemampuan, ketrampilannya kepada siswanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar