Senin, 11 Juli 2011

AN INQUIRY ORIENTED APPROACH


AN INQUIRY ORIENTED APPROACH
FOR MAKING THE BEST USE OF ITC IN THE CLASSROOM
(Sebuah Pendekatan Inkuiri yang Berorientasi  Penggunaan ICT dalam Kelas)
Roser Pinto Casulleras dkk.
 (  Rahmat Sahid , Pasca UMS 2011 )

Masyarakat membutuhkan informasi melalui penggunaan teknologi dalam semua kegiatan. Teknologi komunikasi  selalu berubah dan terus mengubah kehidupan kita sehari-hari untuk  komunikasi antar individu,  penggunaan, pengembangan, dan pengolahan informasi. Sekolah tidak dapat menghindar dari kenyataan ini. Sebaliknya, sekolah  harus mencari cara untuk mendapatkan manfaat secara maksimal dari teknologi tersebut untuk kegiatan belajar siswa.
Perkembangan ICT dalam beberapa dekade sangat mendukung pentingnya pemanfaatan ICT dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya dalam kerja sains di sekolah atau perguruan tinggi. Ada beberapa perangkat lunak yang dirancang untuk keperluan tersebut. Dalam memanfaatkan ICT tersebut tentu harus sesuai dengan disiplin ilmu yang akan dipelajari. Guru memiliki peran penting dalam memilih ICT yang tepat dalam pembelajaran. Secara umum disepakati bahwa pendidikan ICT harus dipilih dengan agar relevansi dengan pembelajaran  tertentu, dan bukan hanya menarik secara visual belaka.   

Bagaimana penerapan pemanfataan  ICT?
Berbagai jenis ICT dapat dimanfaaatkan guru dalam pembelajaran di kelas.  Guru memiliki peran penting dalam memilih ICT yang tepat dalam pembelajaran. Tetapi sering kali guru menggunakan TIK hanya sebagai pendukung atau pelengkap ketika mengadakan ulangan/praktik di kelas umum, daripada menggunakan  sebagai alat yang memungkinkan merancang isi, tujuan, kegiatan, dan pendekatan pedagogis itu sendiri .
Secara umum disepakati bahwa pendidikan ICT harus dipilih dengan menyesuaikan manfaat dan relevansi dalam pembelajaran  tertentu, dan bukan hanya menarik secara visual belaka. Dari konsep ini  penilaian dan seleksi sumber daya teknologi pendidikan harus perlu dilakukan agar benar-benar mendukung keberhasilan pembelajaran

 Perangkat lunak yang dapat dipertimbangkan untuk digunakan dalam pembelajaran antara lain :
1.       Software yang memungkinkan guru untuk merancang tugas interaktif
Dengan menggunakan aplikasi ini,  guru dapat membuat berbagai jenis tugas dan latihan: pilihan ganda,  isian rumpang, teka-teki silang, pertanyaan yang cocok dengan jawaban, dan lain-lain. Tujuan dari latihan ini adalah bahwa siswa mengasosiasikan sebuah jawaban yang benar untuk pertanyaan tertentu. Untuk dapat  menemukan jawaban yang benar dari pertanyaan tidak berarti memahami secara mendalam beberapa konsep atau model. Software ini tepat untuk pembelajaran yang hanya menuntut siswa untuk mampu menghafal.
2.       Software untuk mewakili dan mengatur pengetahuan
Meskipun perangkat lunak semacam ini tidak secara khusus dirancang untuk mengajar dan belajar ilmu pengetahuan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran. Program aplikasi  ini  berguna untuk mendukung pemahaman dan pembelajaran. Aplikasi ini dapat membantu siswa untuk menyadari struktur pengetahuan mereka sendiri, yang memungkinkan mereka untuk membangun hubungan antara sumber informasi yang berbeda. Tujuan ini dapat dikaitkan dengan alat teknologi yang memfasilitasi elaborasi peta konsep, peta pikiran dan diagram V Gowin.
3.       Software untuk memvisualisasikan sistem dan fenomena (animasi komputer)
Animasi komputer ini  terdiri dari alat yang memungkinkan pengguna untuk memvisualisasikan model. Oleh karena itu, pengguna tidak dapat mencoba memodifikasi  dengan tujuan untuk menganalisis bagaimana variabel-variabel mempengaruhi fenomena yang divisualisasikan. Sebaliknya, urutan peristiwa yang diamati  telah ditentukan oleh perancang, yang sebelumnya memutuskan model atau ide yang ingin dieksplisitkan sesuai dengan yang ia inginkan. Pengguna  hanya dapat mengamati dan berusaha menafsirkan model ini.
4.       Software untuk memvisualisasikan dan berinteraksi dengan sistem dan fenomena (simulasi komputer, laboratorium virtual)
Aplikasi ini memungkinkan visualisasi proses atau sistem. Simulasi komputer dan laboratorium virtual memungkinkan mewakili sistem tertentu atau konteks di mana prosedur eksperimental atau fenomena terjadi, dengan menggunakan bahasa tertentu (grafik, teks, aljabar, diagram, dll).
5.       Komputasi alat pemodelan
Saat ini,  pemodelan dalam pembelajaran telah menjadi sering dilaksanakan dalam penelitian ilmu pendidikan, menunjukkan  fakta bahwa pembelajaran lebih bermakna
6.        VBL (Laboratorium Berbasis Video)
Aplikasi ini memungkinkan memutar video pada  komputer tentang sesuatu yang  direkam sebelumnya, dan dipilih posisi objek di sepanjang gerakan. Bahkan visualisasi gerak tersebut dapat dilihat dalam  skala jarak dan waktu.  VBL ini membantu  siswa dalam merekam peristiwa sebagai salah satu upaya meningkatkan  pemahaman siswa tentang grafik fisika . 

7.       Data-logging sistem dan MBL (Microcomputer-Based Laboratory)
Sistem ini terdiri dari sensor yang dapat dihubungkan ke komputer melalui antarmuka eksternal atau internal, yang merupakan perangkat untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital.
Dalam memanfaatkan ICT, pembelajaran inkuiri perlu diterapkan. Siswa hendaknya didorong untuk berusaha untuk menemukan fenomena-fenomena baru berdasarkan pengetahuan dasar yang telah dimiliki. Sejauh siswa mampu memanfaatkan ICT guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Tetapi jika siswa masih belum mengenal ICT secara memadai, guru perlu memberikan bimbingan agar kerja siswa dalam memanfaatkan dapat terlaksana dengan baik.
Pembelajaran dengan pedagogis harus dirancang secara kontekstual, maksudnya pembelajaran harus berdasarkan konteks atau kenyataan yang benar-benar terjadi di lapangan. Melalui pendekatan kontekstual ini pengetahuan secara konkret tentang sesuatu yang dipelajari benar-benar telah dikenal, dilihat, dialami, dan dirasakan oleh siswa. Ini akan akan sangat membantu siswa dalam membangun pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan awal yang telah dikuasainya.Berikut ini adalah gambar rancangan pembelajaran inkuiri dengan memanfaatkan ICT

Gambar 1: Fase-fase siklus belajar untuk tugas sekolah laboratorium dalam penyelidikan-pendekatan yang berorientasi menggunakan ICT untuk mengajar dan belajar.
Contoh praktis pemanfaatan  ekspreimen di laboratorium dengan memanfatkan ICT yang berbasis kontekstual tentang  kinematika dan dinamika   keselamatan di jalan  adalah sebagai berikut.
 Pada bagian pertama  urutan aktivitas, siswa:
1.       Jelajahi dan membahas masalah, mengekspresikan ide mereka sendiri tentang topik tersebut.
2.       Apakah menjelaskan pengaturan eksperimen mereka  sepanjang sesi: sebuah troli yang beredar sepanjang rel, yang mempercepat setelah terdorong oleh ban karet dan memperlambat karena objek gantung yang bertindak sebagai penyeimbang yang - selain dari gaya gesekan
3.       Dapatkan dan mendiskusikan bagaimana menjelaskan mengapa troli mulai bergerak dan mengapa akhirnya berhenti.
4.       Memprediksi grafik yang mewakili posisi kereta terhadap waktu.
5.       Dapatkan peralatan (sensor jarak terhubung ke komputer melalui interface, pengukuran posisi kereta bergerak) yang siap.
6.       Kumpulkan data dan membandingkan grafik diperoleh dengan data eksperimen dengan satu prediksi.
7.       Mengatur suatu fungsi matematis untuk data eksperimental dan mendapatkan persamaan gerak yang diberikan oleh perangkat lunak.
8.       Berkaitan hasil percobaan dengan model teoritis (persamaan gerak untuk percepatan konstan) untuk menganalisis makna dan nilai masing-masing parameter dari persamaan gerak (posisi awal, kecepatan awal dan percepatan).
9.       Turunkan hubungan teoritis antara jarak pengereman dari troli dan kecepatan awal.
10.   Terapkan hasil sebelumnya dengan contoh nyata keselamatan jalan, menjelaskan ketergantungan jarak pengereman antara mobil di jalan dengan kecepatan mobil.
Pada bagian kedua
Bagian ini merupakan sesi laboratorium, siswa menggunakan simulasi komputer untuk menganalisa kecepatan waktu dan posisi-waktu grafik yang mewakili sebuah situasi baru: sebuah mobil yang beredar pada kecepatan konstan perlu memperlambat karena mobil di depannya melambat. Siswa dapat mengubah kecepatan awal mobil yang mereka kontrol dan memutuskan kapan untuk memulai memperlambat tergantung pada mobil yang lain. Mereka diharapkan untuk menganalisis grafik yang berbeda untuk menghitung waktu reaksi mereka dan menceritakan apa yang terjadi pada setiap saat dalam gambar dinamis (kecelakaan mobil, satu mobil berhenti sebelum dari lainnya, dll) apa yang terjadi di grafik ( misalnya garis persimpangan).


KOMENTAR TERHADAP ARTIKEL / MAKALAH
1.       Artikel ini sangat bagus dan cocok bagi  masyarakat  yang sudah  mengenal ICT secara baik. Artikel ini tepat dipergunakan oleh guru dan sekolah yang telah menguasai ICT secara memadai. Untuk sekolah di Indonesia secara umum sulit untuk menerapkan ICT sebagai media pembelajaran secara baik.
2.       ICT dapat membantu kualitas pembelajaran kontekstual yang bermakna . Utamanya guru wajib menguasai penggunan ITC dalam proses pembelajaran, dengan harapan dapat meningkatkan hasil pembelajaran sekaligus output yang berkualitas.
3.       Guru merupakan salah satu bagian terpenting dalam proses pembelajaran di sekolah sebenarnya memerlukan berbagai piranti dalam mengoptimalkan pemanfaatan ICT untuk mendukung  kemampunnya yang diperlukan khususnya dalam operasional perangkat tersebut.  
4.       Kepala sekolah dalam memajukan sekolah, dapat mengambil kebijakan dengan  pemanfaatan ICT sebagai program yang wajib, untuk mendukung MBS. Kepala sekolah dapat mewajibkan setiap komponen sekolah harus menguasai TIK dalam peran dan tugasnya, terutama guru dalam menjalankan pembelajaran di kelas. Pimpinan yang tidak sigap dalam adaptasi dengan perkembangan teknologi dapat mengakibatkan kebijakan yang menjadikan guru gagap teknologi, padahal ini bisa jadi mengakibatkan hilangnya daya tarik dalam proses belajar.
5.       Para penentu kebijakan pendidikan seharusnya sangat berkepentingan atas berbagai informasi tentang kondisi guru dalam pemanfaatan ICT dalam proses pembelajaran dan kegiatan lain, mengingat otoritas yang dimiliknya dapat mengubah kondisi yang baik menjadi kondisi yang lebih baik. Sementara guru dengan informasi ini  dapat menempatkan dan mengkondisikan dirinya sesegera mungkin untuk beradaptasi, paling tidak mengubah sikap dan perilaku untuk berkembang ke arah yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar